Cara Mengatasi Disk Usage 100% di Laptop & PC Windows

Bagi pengguna Windows 10 dan Windows 11 dengan spesifikasi perangkat menengah ke bawah, mungkin sering atau minimal pernah mengalami masalah disk usage 100% ini.

Perlu diketahui, disk usage 100% memang menjadi salah satu permasalahan utama yang muncul pada versi Windows terbaru, khususnya Windows 10 dan Windows 11.

Ini bukanlah permasalahan baru, jadi Anda tidak perlu khawatir. Saya pribadi juga pernah kok mengalami masalah ini, lebih-lebih ketika menggunakan laptop jadul dengan storage hardisk.

Ketika sudah ganti perangkat dengan spesifikasi cukup dan menggunakan storage SSD, alhamdulillah sudah jarang menemukan masalah disk usage 100% ini.

Meskipun begitu, bukan berarti permasalahannya hanya terletak pada storage saja ya, masih ada faktor lainnya juga. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak sampai selesai.

Penyebab Masalah Disk Usage 100% di Windows

Saat mengalami masalah disk usage 100% di Windows, perangkat Anda pasti akan terasa lambat dan bahkan sering mengalami hang.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan disk usage 100% seperti terkena virus, spesifikasi laptop kurang mumpuni, terdapat hardware yang rusak, ataupun bug pada Windows.

Namun seperti yang sudah pernah saya tulis di situs sebelah, pada intinya 100% disk usage pada Windows terjadi karena disk sedang bekerja secara penuh.

Nah, untuk Anda yang sedang mengalami masalah disk 100% dan belum tahu penyebabnya apa, silahkan langsung saja ikuti panduan di bawah ini.

Cara Mengatasi Disk Usage 100% di Laptop & PC

Karena ada beberapa hal yang bisa menyebabkan disk usage 100%, maka kita akan mencoba mengatasinya dengan beberapa cara juga.

Jika Anda bisa mengikuti panduan yang ada, maka boleh saja Anda mempraktikkan semua panduan tersebut. Namun jika tidak, silahkan praktikkan metode yang sekiranya Anda yakin saja.

Lakukan Scan Virus

Keberadaan virus di Windows terkadang memang tak terduka, ujug-ujug datang begitu saja dan tahu-tahu sudah menyerang sistem Windows.

Jika sudah begitu, biasanya akan menyebabkan permasalahan yang membuat perangkat lambat, bisa juga menyebabkan disk usage 100%.

Untuk itu, sebagai langkah awal Anda bisa melakukan scan virus menggunakan antivirus bawaan Windows maupun antivirus pihak ketiga.

Sebagai contoh, saya akan melakukan scan virus di Windows 10 dengan antivirus bawaan yaitu Windows Defender atau Windows Security.

Berikut cara scan virus di Windows:

  1. Pertama, silahkan cari Windows Security di kolom pencarian Windows.
  2. Setelah itu, masuk ke menu Virus & Thread protection lalu klik Scan options seperti gambar berikut.scan options di windows
  3. Pilih scan options yang Anda inginkan. Untuk hasil yang maksimal, silahkan pilih Full scan lalu klik Scan now.scan now windows security
  4. Tunggu proses scan sampai selesai. Jika terdapat virus yang ditemukan, silahkan langsung hapus saja.
  5. Selesai.

Anda bisa melakukan langkah ini secara rutin untuk hasil maksimal. Jika menggunakan antivirus lain, silahkan ikuti prosedur scan yang telah diberikan.

Matikan Superfetch

Superfetch merupakan salah satu program Windows yang berfungsi untuk meningkatkan respon sistem sehingga bisa membuka aplikasi dengan lebih cepat.

Meskipun mampu mempercepat proses Windows, Superfetch juga bisa menyebabkan masalah disk usage 100% di perangkat Anda.

Untuk itu, tidak masalah jika Anda harus mematikan fitur Superfetch ini. Yang lebih penting, performa Windows jadi lebih stabil dan meminimalisir terjadinya disk 100%.

Silahkan ikuti langkah berikut:

  1. Silahkan buka Command Prompt sebagai admin (Run as administrator).
  2. Setelah masuk ke CMD, ketik net.exe stop superfetch lalu tekan Enter di keyboard.matikan superfetch
  3. Tunggu sampai Windows mematikan layanan superfetch.
  4. Selesai.

Setelah mematikan superfetch melalui CMD, silahkan lakukan restart perangkat Anda agar pengaturan tersebut segera diterapkan oleh sistem.

Matikan Windows Search

Windows Search merupakan fitur yang sangat berguna untuk memudahkan pencarian di Windows, khususnya pencarian program seperti aplikasi dan sejenisnya.

Jika Anda sering menggunakan pencarian di Windows, maka Anda bisa skip langkah ini. Namun jika tetap ingin mematikannya, silahkan ikuti panduan ini.

Berikut caranya:

  1. Silahkan buka Run dengan menekan Windows + R di keyboard.
  2. Setelah terbuka, ketik services.msc lalu klik OK.
  3. Anda akan dibawa ke pengaturan Services Windows. Silahkan cari Windows Search lalu double klik services untuk membuka properties.windows search services
  4. Setelah terbuka, ubah Startup type menjadi Disabled. Simpan dengan klik Apply dan OK seperti gambar berikut.matikan windows search
  5. Selesai.

Dengan mengikuti langkah di atas, maka Anda sudah berhasil mematikan Windows Search. Setiap perangkat menyala, services untuk pencarian tidak akan langsung diaktifkan.

Jangan lupa untuk melakukan restart pada perangkat Anda untuk menerapkan pengaturan tersebut.

Optimalkan Startup Apps

Bagi yang belum tahu, Startup Apps merupakan program yang berjalan otomatis ketika perangkat Anda dinyalakan. Tanpa membukanya terlebih dahulu, program tersebut akan langsung berjalan.

Startup Apps akan membantu Anda membuka program dengan cepat, karena bersamaan dengan perangkat dinyalakan, program tersebut juga langsung terbuka.

Sayangnya, hal tersebut membutuhkan resource yang cukup besar sehingga dapat menyebabkan disk usage 100% di Windows. Untuk itu, ada baiknya mematikan Startup Apps yang tidak diperlukan.

Silahkan ikuti panduan di bawah ini:

  1. Silahkan buka Settings di Windows Anda.
  2. Setelah pengaturan terbuka, klik Apps.buka pengaturan apps
  3. Pada pengaturan aplikasi, klik Startup lalu matikan Startup Apps yang tidak dibutuhkan. Anda bisa mematikan Startup yang memiliki keterangan Low impact, No impact ataupun Not measured.matikan startup apps
  4. Selesai.

Ingat, hanya matikan Startup Apps yang sekiranya tidak dibutuhkan saja. Fitur ini bisa dibilang penting, namun tidak terlalu penting. Akan tetapi, Anda juga harus berhati-hati ketika mematikannya.

Kurangi Multitasking

Seperti yang kita ketahui bersama, hampir semua pengguna laptop dan PC selalu melakukan multitasking, entah hanya sedikit ataupun banyak aplikasi sekaligus.

Multitasking merupakan aktivitas menjalankan beberapa program secara bersamaan. Tentu, semakin banyak program yang dijalankan semakin banyak pula resource yang diperlukan.

Ketika perangkat Anda tidak kuat untuk menjalankan semua program tersebut, kemungkinan utama yang akan terjadi adalah laptop mengalami hang, disk usage 100%.

Oleh karena itu, silahkan sesuaikan program yang dijalankan dengan spesifikasi perangkat Anda. Ketika terdapat program yang terbuka namun tidak digunakan, alangkah baiknya di-close terlebih dahulu.

Hapus Temporary Files

Semakin lama digunakan, temporary files yang menumpuk di Windows akan semakin banyak. Hal tersebut akan membuat penyimpanan sistem cepat penuh.

Tidak bisa dimungkiri, penyimpanan sistem (data C) yang penuh memang akan menimbulkan berbagai masalah, salah satunya disk usage 100%.

Bagi pengguna Windows 10, Anda bisa menggunakan fitur bawaan untuk menghapus temporary files ini. Tinggal sat-set, beres!

Berikut caranya:

  1. Silahkan buka Settings di Windows.
  2. Setelah terbuka, silahkan pilih pengaturan System.pengaturan system windows
  3. Di pengaturan System, pilih Storage lalu klik Temporary files.temporary files windows
  4. Silahkan centang temporary files yang ingin Anda hapus (kecuali Downloads) lalu klik Remove files.hapus temporary files windows
  5. Selesai.

Saya menyarankan untuk tidak mencentang Downloads karena ditakutkan ada file penting yang masih belum dipindah.

Jika ingin menghapus file yang didownload, silahkan lakukan melalui Windows Explorer saja. Anda bisa menyeleksi file yang masih digunakan dan tidak.

Cek Kesehatan Hardisk

Ketika kesehatan hardisk sudah menurun, performa laptop ataupun komputer Anda pasti juga menurun. Ya, itu merupakan hal yang wajar.

Jadi, ketika Anda menemukan permasalahan disk usage 100%, silahkan cek kesehatan hardisk perangkat Anda apakah masih oke atau tidak.

Untuk mengeceknya, Anda bisa menggunakan aplikasi seperti Hardisk Sentinel ataupun lainnya. Dengan aplikasi ini, Anda akan melihat informasi kesehatan hardisk.

cek hardisk dengan hardisk sentinel

Bagi pengguna hardisk, health yang sudah di angka 99% ke bawah menandakan kesehatan hardisk sudah memburuk. Biasanya performa laptop sudah mulai terasa menurun.

Untuk itu, ada baiknya segera melakukan backup data penting ke hardisk eksternal ataupun media penyimpanan lain karena ditakutkan telat dalam backup.

Lain halnya dengan pengguna SSD. Angka health di Hardisk Sentinel yang menunjukkan 99% ke bawah bukanlah suatu masalah. Asalkan performa masih oke, maka hardisk masih baik-baik saja.

Pada intinya, kesehatan hardisk bisa dicek dari performa laptop itu sendiri. Lebih dari itu, ketika Anda sering gagal melakukan copy-paste file di hardisk, itu adalah salah satu tanda hardisk mulai rusak.

Lakukan Disk Defragment

Setelah Anda cek kesehatan hardisk dan ternyata masih baik-baik saja, mungkin Anda perlu melakukan defragment pada hardisk tersebut.

Langkah ini cukup efektif untuk mengoptimalkan kembali kinerja hardisk, jadi cara ini wajib dicoba di Windows Anda.

Berikut caranya:

  1. Silahkan cari Defragment and Optimize Drives di pencarian Windows dan buka program tersebut.
  2. Klik disk yang ingin Anda defrag lalu pilih Optimize.lakukan disk defragment
  3. Tunggu proses tersebut sampai selesai.
  4. Lakukan juga pada disk lainnya agar hasil lebih optimal.
  5. Selesai.

Sebenarnya, Windows akan melakukan disk defragment secara otomatis. Namun, Anda tetap bisa melakukannya secara manual.

Install Ulang Windows

Terkadang, permasalahan disk usage 100% juga disebabkan oleh bug di sistem operasi Windows. Solusinya, Anda bisa melakukan update ataupun install ulang Windows.

Meskipun tidak menjamin 100% mengatasi permasalahan ini, dengan update ataupun install ulang Windows bug di sistem operasi Anda akan diperbaiki.

Jika Anda ingin melakukan langkah ini, saya sarankan untuk menggunakan file ISO Windows paling baru karena minim bug.

Perlu diperhatikan, melakukan install ulang akan menghapus semua file di system (data C). Jadi, sebelum melakukannya, silahkan backup semua file yang ada di data C.

Jika Anda tidak ingin melakukan install ulang, alternatifnya adalah melakukan update Windows ke versi terbaru.

Ganti HDD dengan SSD

Langkah terakhir yang paling ampuh untuk mengatasi disk usage 100% adalah mengganti hardisk dengan SSD.

Jika selama ini Anda masih menggunakan hardisk, Anda bisa mencoba menggunakan SSD. Dijamin, Anda akan merasakan perubahan yang signifikan dari segi kecepatan.

Pokoknya, SSD jauh lebih cepat dibandingkan dengan hardisk. Jadi, langkah ini sangat recommended untuk mengatasi disk 100% di Windows.

Demikianlah beberapa cara mengatasi disk usage 100% yang bisa Anda lakukan. Silahkan praktikkan semua langkah di atas untuk hasil yang maksimal.

Pemuda Magelang yang pernah bekerja di salah satu tempat service komputer Jogja ;-)

Update:

Tinggalkan komentar